salam guys~~~привет
Mungkin ada sebagian orang yang tidak tergerak hatinya untuk menasihati manusia,
karena ia merasa banyak melakukan dosa dan tidak layak untuk mengucapkan ucapan
kebaikan kepada sesama manusia. Pandangan seperti itu adalah keliru dan bahayanya
sangat besar, serta akan membuat syaitan gembira. Betapa tidak, karena jika mesti
menunggu sampai seseorang bersih dari dosa baru ia layak menasihati manusia,
maka tidak ada seorangpun dimuka bumi yang layak memberi nasihat setelah Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam tercinta.
Sa’id bin Jubair berkata : “Apabila seseorang tidak memerintahkan kepada kebaikan
dan tidak pula mencegah dari yang munkar, hingga ia menunggu dirinya bebas dari
kesalahan, maka tidak akan ada seorangpun yang memerintahkan kepada kebaikan
dan tidak pula mencegah dari yang munkar”.
Imam Malik setelah mendengar perkataan Sa’id bin Jubair berkata:“Benar apa yang
dikatakan Sa’id. Siapakah yang tidak memiliki sedikitpun dosa dalam dirinya?”.
(kitab Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an : 1/367, Al-Qurthubi).
Imam Nawawi berkata :
“Para ulama menyatakan bahwa tidak disyaratkan pada orang yang memerintah kepada
kebaikan atau orang yang mencegah dari kemungkaran untuk mencapai kesempurnaan
dalam segala hal. Tapi, ia mesti tetap mengajak kepada kebaikan walaupun ia memiliki
kekurangan dalam hal yang ia ajak kepadanya, dan ia tetap mencegah kemungkaran walau
ia terkadang mengerjakan apa yang ia cegah. Karena sesungguhnya wajib pada dirinya
dua perkara yaitu : mengajak dirinya sendiri ke arah kebaikan dan mencegah dari
kemungkaran; dan mengajak orang lain ke arah kepada kebaikan dan mencegah
mereka dari yang mungkar. Tidak boleh ia melalaikan salah satu dari dua
perkara tersebut”.( Syarh Shahih Muslim : 2/23, An-Nawawi).
repost from faidah ilmu

No comments:
Post a Comment